Tuesday, February 24, 2015

Perpisahan Adalah ....

Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga.

Tempat, dimana orang tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah orang-orang salih, Yang akan kembali ke tanah air yang sangat luas, di akhirat sana ...
Jangan sia-siakan waktumu di planet kecil ini ..!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yang jauh, Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat

Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga,
sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

Semoga Allah menjadikan aku dan kalian semua menjadi penghuni surgaNya.

(Dr. 'Aidh Al-Qarni)

Labels:


Selengkapnya...

Thursday, October 10, 2013

Sekali Lagi ... Bersahabat dengan Glaukoma (Kongenital) ...

Alhamdulillah, hari ini, 7 Oktober 2013, putri kami kemarin, Syifa Kamila Yusuf, genap berumur 1 tahun. Syifa kini telah bisa melakukan banyak hal untuk anak seusianya. Setahun ini pula Syifa berjuang mengobati glaukoma kongenital yang dideritanya.

Salma adalah anak kami yang ke-tiga, dua kakaknya laki2 dan alhamdulillah sehat semuanya. Salma menderita glaukoma sejak lahir (kongenital), awalnya terdeteksi karena dokter anak yang memeriksa ketika observasi pasca kelahiran melihat mata salma tidak jernih, keruh, awalnya didiagnosa katarak. Dokter anak segera merekomendasikan pemeriksaan ke dokter mata, kami direkomendasikan langsung ke Jakarta Eye Center, Menteng. Di JEC ini baru diketahui ternyata glaukoma.

Salma mengalami glaukoma di kedua matanya, tekanan bola mata-nya sampai mencapai 50, normal dibawah 20. Menurut dokter, semakin kecil penderita glaukoma (glaukoma umumnya diderita orang tua, kasus pada anak kecil/kongenital jarang sekali terjadi) tindakannya hanya operasi.

Mata kanan Salma hanya sekali di-operasi, setelah itu terapi obat, kemudian obat dihentikan, kini normal tanpa obat, tekanan bola mata sdh normal dibawah 20. Namun mata kiri Salma dioperasi hingga tiga kali, karena pasca operasi tekanan bola matanya tidak turun, terakhir dokter melakukan tindakan laser. Jika operasi ditujukan untuk membuka saluran air di dalam bola mata agar air mengalir keluar sehingga tekanan bola mata turun (menurut dokter saluran yg sudah dibuat tertutup lagi krn proses implamasi), maka laser bertujuan menutup beberapa titik sumber air agar produksi air menurun sehingga tekanan bola mata menurun. Penutupan sumber produksi ini menurut dokter bersifat permanen. Karena sudah tiga kali operasi tidak membuahkan hasil, akhirnya kami menerima tindakan laser ini. Namun demikian, setelah laser ini tekanan bola mata salma masih tinggi, masih dikisaran 30, namun sudah lebih baik dari awalnya yg hingga 50. Tidak ada terapi apapun untuk mata kiri ini pasca laser, hanya diminta kontrol rutin per 3 bulan.

Salma kini berusia 1,5 tahun, terakhir kontrol tekanan bola mata kanan-nya 16, sedangkan mata kirinya 25. Salma tumbuh sehat, normal, aktif, dan tidak mengeluh apa2 terkait mata. Penglihatan mata kanan terlihat baik, namun mata kiri-nya belum ada respon yang memadai karena selain glaukoma mata kiri salma kornea-nya juga keruh. Keruh pada mata penderita glaukoma disebabkan tekanan bola mata yang tinggi, sehingga setelah operasi warna bola mata seharusnya jernih. Untuk kornea mata yang keruh ini, pilihannya hanya donor mata. Kami belum memikirkan alternatif ini karena keterbatasan biaya (semua biaya dari awal biaya sendiri, sama sekali tidak ada tanggungan asuransi, meskipun salma punya asuransi dari kantor saya namun ternyata tidak ditanggung, mungkin karena premi-nya murah).

Satu hal yang belum saya ceritakan di blog saya adalah Salma punya adik, Syifa, skrg enam bulan, dan positif terkena glaukoma juga di kedua matanya, sama spt kakaknya. Dokter kandungan langsung memvonis kami untuk tidak boleh lagi punya anak, karena dikhawatirkan anak berikut nanti akan mengalami penyakit yang sama. Jadi penyebab kasus ini menurut dokter adalah faktor genetik, meskipun dari keluarga saya dan istri tidak ada yang punya kasus glaukoma. Glaukoma ini menurun, jadi nanti jika Salma dan Syifa dewasa bisa dipastikan anak2 mereka punya potensi besar terkena glaukoma juga, jadi penting bagi penderita glaukoma kongenital untuk dididik pola hidup sehat untuk menurunkan potensi menurunnya penyakit ini ke anak2 mereka kelak.


Salma dan Syifa tidak menjalani usg mata, namun dgn alat langsung diperiksa tekanan bola mata-nya, sejak umur 3 hari sudah langsung diperiksa, dan saat itu juga langsung diketahui tekanan bola mata-nya. Setelah secara pasti memutuskan Salma dan Syifa menderita glaukoma, dokter memberi terapi obat, namanya Lumigan dan Azopt, keduanya obat tetes, hingga 3 bulan, terapi obat ini bertujuan untuk menjaga agar tekanan bola mata tidak semakin meningkat. Selama 3 bulan, terus dipantau tekanan bola matanya, kontrol setiap 2 minggu sekali. Setelah 3 bulan, kemudian dilakukan operasi. Yang menarik, berbeda dgn kakaknya, terapi obat ke Syifa menunjukkan hasil yang bagus, tekanan bola matanya turun dari 40-an sampai di bawah 20-an, di kisaran 15. Untuk salma, terapi obat nyaris tidak pengaruh, stagnan, jadi benar2 cuma agar tidak tambah tinggi. Srkg syifa sdg dicoba tidak menggunakan obat, jika tekanan bola mata stabil, operasi-nya akan di tunda, bahkan ada kemungkinan dibatalkan meski menurut dokter kecil sekali peluangnya. Glaukoma kongenital seluruhnya disembuhkan dgn operasi, tidak ada cara lain.


Mata Salma dan Syifa tidak memerah dan juga tidak mengeluarkan air terus menerus. Air mata keluar jika hanya mereka menangis saja. Secara fisik, kelainan yang terlihat di mata Salma dan Syifa ada 2, yaitu bola mata terlihat besar, lebih besar dari anak sebaya-nya, dan bagian kornea mata-nya (yang hitam) berwarna keruh, tidak hitam jernih. Dari kelainan fisik ini awalnya Salma dan Syifa didiagnosa dokter anak ada kelainan.

Kalo bagian hitam di mata Naila keruh, tidak jernih, ada kemungkinan memang benar glaukoma. Kedua mata syifa kini sudah jernih, keruhnya hilang setelah terapi obat lumigan dan azopt sekitar sebulan seiring turunnya tekanan bola matanya.

Labels:


Selengkapnya...

Saturday, December 01, 2012

Prodi S1 Ilmu Ekonomi Islam FEUI Resmi Berdiri ....

Program Studi S-1 Ilmu Ekonomi Islam FEUI secara resmi berdiri berdasarkan SK Rektor UI No. 2107/SK/R/UI/2012 tertanggal 14 November 2012. Hal ini menjadi puncak perjuangan panjang setelah persetujuan di tingkat fakultas oleh SAF FEUI diperoleh pada 29 Desember 2010, dan secara resmi proposal pendirian prodi diajukan ke UI pada 19 Mei 2011, hingga mendapat persetujuan SAU UI pada 9 Agustus 2012 dan MWA UI pada 25 Oktober 2012. Semoga bermanfaat dan barakah.




Labels:


Selengkapnya...

Monday, October 08, 2012

Yang Ke-Empat ...

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, telah lahir dengan selamat putri kami kemarin, Syifa Kamila Yusuf, Ahad, 7 Oktober 2012, Pk 05.45 di RS Bunda Margonda, Depok, dengan berat badan 2,88 kg dan tinggi 47 cm. Semoga menjadi anak shalihah, menjadi cahaya iman, ilmu dan akhlak bagi zaman-nya, amiin.

Yusuf - Fina

Labels:


Selengkapnya...

Tuesday, September 04, 2012

Bersahabat dengan Glaukoma (Kongenital) ...

Alhamdulillah, hari ini, 4 September 2012, putri kami, Salma Shakila Yusuf, genap berumur 1 tahun. Salma kini telah bisa melakukan banyak hal untuk anak seusianya. Setahun ini pula Salma berjuang mengobati glaukoma kongenital yang dideritanya.
Glaukoma adalah penyebab kedua kebutaan terbesar di dunia. Berbeda dengan katarak yang hilangnya penglihatan dapat dipulihkan dengan operasi, kebutaan akibat glaukoma bersifat permanen, tidak dapat lagi disembuhkan. Karena itu menjadi sangat penting untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin.
Kami mengetahui penyakit Salma sehari setelah kelahirannya. Awalnya, dokter yang mengobservasi mendiagnosa katarak karena mata kiri Salma terlihat keruh, tidak jernih sebagaimana seharusnya, yang umumnya disebabkan virus rubella, sehingga saat itu Salma langsung diperiksa seluruh organ vital lainnya seperti pendengaran dan jantung, karena rubella menyerang seluruh organ. Namun dua hari kemudian setelah kami membawa Salma ke RS JEC Menteng baru diketahui bahwa Salma menderita glaukoma, dan tidak hanya mata kiri namun juga mata kanan. Di satu sisi kami tentu sedih dan khawatir atas kondisi anak kami, namun di sisi lain kami bersyukur karena mengetahui hal ini sejak dini sedari Salma berusia 3 hari. Banyak kasus lain dimana glaukoma terlambat dideteksi yang berakibat fatal.Glaukoma umumnya diderita orang tua seiring bertambahnya usia, glaukoma kongenital adalah sangat jarang terjadi. Glaukoma adalah penyempitan atau tertutupnya saluran yang mengalirkan cairan yang diproduksi mata. Akibatnya cairan tersebut menumpuk di dalam mata sehingga tekanan bola mata meningkat. Umumnya bola mata penderita glaukoma membesar seiring semakin tingginya tekanan bola mata. Hal ini membuat syaraf mata tertekan, sehingga mengakibatkan terganggunya fungsi penglihatan, bahkan dapat berakhir pada kebutaan. Semakin kecil usia penderita, penanganan glaukoma semakin sulit. Alternatif yang diberikan dokter kepada kami hanya operasi. Untuk anak-anak, operasi umumnya dilakukan dengan pembiusan total, sedangkan untuk orang dewasa cukup dengan pembiusan lokal. Karena Salma masih 3 hari, maka ditunggu hingga 3 bulan agar kondisi tubuhnya lebih kuat untuk pembiusan.
Setelah tiga bulan, Salma menjalani operasi pertama untuk mata kiri-nya, yang kondisinya paling parah. Operasi berjalan lancar dan hasilnya positif, tekanan bola mata Salma menurun. Sebulan kemudian Salma melakukan operasi kedua untuk mata kanan-nya, lancar dan hasilnya positif. Namun setelah beberapa bulan kemudian, tekanan bola mata Salma, yang kiri dan kanan, meningkat kembali. Treatment yang diberikan kemudian adalah terapi obat, yaitu obat tetes. Mata kanan berhasil stabil namun mata kiri tetap tinggi. Memasuki usia tujuh bulan, Salma menjalani operasi ke-tiga yaitu kembali untuk mata kiri-nya. Operasi lancar dan hasilnya positif. Namun lagi-lagi selang sebulan kemudian tekanan mata kiri meningkat lagi. Dokter kemudian menawarkan treatment berikutnya adalah pemberian sinar laser.
Merasa awam dengan obat dan treatment, kami mencoba mencari second opinion, yaitu ke Klinik Talang dengan Prof. Sidharta Ilyas. Dari beliau, kami direkomendasikan ke RS Aini. Di RS Aini Salma menjalani operasi ke-empat, kembali untuk mata kirinya. Operasi lancar dan hasilnya positif. Namun setelah itu kembali tekanan mata kiri meningkat. Karena obat dan treatment tidak banyak berbeda, kami kembali ke JEC dan kembali direkomendasikan untuk pemberian sinar laser, yang bertujuan menurunkan produksi cairan di dalam bola mata sehingga tekanan bola mata menurun.
Hingga kini, mata kanan Salma secara umum stabil dengan tekanan dibawah 20. Namun mata kiri Salma, selain tekanannya masih tinggi, di kisaran 30-an, juga kornea mata-nya keruh dan butuh donor untuk dapat melihat. Karena itu penglihatan Salma sangat mengandalkan mata kanannya. Terakhir dokter masih optimis bahwa mata kiri Salma masih dapat berfungsi meski entah berapa persen, setelah dapat donor kornea, karena dari pemeriksaan syaraf mata kiri masih bagus. Pemberian sinar laser menjadi penting untuk menyelamatkan syaraf mata kiri ini.
Kami bersyukur hingga kini diberikan kekuatan fisik, mental dan finansial selama mendampingi Salma. Mohon doa restu semua keluarga dan rekan sahabat untuk Salma, semoga Salma dapat menjalani dengan baik semuanya dan mendapat kesembuhan. Amiin.

Depok, 4 September 2012.
Yusuf - Fina

Labels:


Selengkapnya...

Friday, August 10, 2012

Prodi S1 Ilmu Ekonomi Islam FEUI ...

Alhamdulillah, di bulan suci 1433 H ini usulan pendirian prodi S1 Ilmu Ekonomi Islam FEUI secara resmi mendapat persetujuan dalam Rapat Paripurna SAU UI tanggal 9 Agustus 2012. Insya 4jj1 mulai tahun ajaran depan FEUI akan memiliki satu prodi tambahan, yaitu Prodi S1 Ilmu Ekonomi Islam. Semoga barakah.

Labels:


Selengkapnya...

Monday, June 04, 2012

For The Rest of My Life ....

I know it deep in my heart
I feel so blessed when I think of U
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife & my friend & my strength
And I pray we`re together in Jannah
Finally now I've found myself, I feel so strong
I guess everything was changed when you came along
Oooooh
And there's a couple of words I wanna say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Until the end of my time
I`ll be loving you, loving you
For the rest of my life
Through days and nights
I'll thank Allah for opening my eyes
Now and forever I
I`ll be there for you

(Maher Zain, "For The Rest of My Life")

* Yusuf-Fina, Depok, 4 Juni 2012, syukuran kecil 7 tahun pernikahan sambil makan donat.

Labels:


Selengkapnya...

Monday, March 28, 2011

Our Family ... (2/2)

Labels:


Selengkapnya...

Our Family ... (1/2)

Labels:


Selengkapnya...

Shafwan Fikri Yusuf .... (2/2)

Labels:


Selengkapnya...

Shafwan Fikri Yusuf .... (1/2)

Labels:


Selengkapnya...

Wednesday, December 29, 2010

Selangkah Menuju Mimpi ...

Alhamdulillah, setelah melewati proses panjang, hari ini, Rabu, 29 Desember 2010, tepat pk. 15.30 WIB, SAF-FEUI secara mufakat menyetujui usulan pendirian Prodi S1 Ilmu Ekonomi Islam dan Keuangan Islam. Semoga langkah ini terus berlanjut pada tahap berikutnya di SAU-UI.

Labels:


Selengkapnya...

Ketulusan Itu (Bukan) Milik Kita

Eramuslim - Kebaikan hati seolah telah menjadi sesuatu yang terlalu mewah untuk kita miliki dan temui saat ini. Memilikinya ibarat menyimpan bara dalam genggaman. Kebaikan hati akan membuat kita tidak 'competitive' dalam dunia yang keras ini. Hati yang lembut dan lebih 'manusiawi' hanya akan menghambat kita dalam meraih sukses. Sebaliknya, hati yang 'tegaan' dan lebih 'rasional' dianggap akan lebih melapangkan jalan keberhasilan.

Menemui kebaikan kini juga seolah semakin sulit. Kita semakin suka berprasangka atas kebaikan yang kita lihat. Tidak ada kebaikan yang tulus, semua pasti ada 'sesuatu' di baliknya. Tidak ada makan siang yang gratis. Bahkan kebaikan hati kini sering dituding sebagai penyebab keterpurukan dan nasib sial. Ketika seorang teman ngemplang tidak membayar hutang, orang-orang mempersalahkan saya. Saya dianggap 'terlalu baik' dan tidak berhati-hati sehingga mudah tertipu tampilan luar seseorang. Dan tidak ada seorangpun yang mempersalahkan teman yang ngemplang tersebut!

Berbagai kejahatan dari kelas teri hingga kelas kakap yang kita saksikan sehari-hari di media cetak dan televisi, semakin membekukan hati kita. Selalu waspada dan jangan pernah lengah. Berbaik hati hanya akan menurunkan kewaspadaan dan membuat kita tertipu dan celaka. Saya pun larut dalam arus besar itu.

Sampai suatu ketika di akhir November lalu saya menonton sebuah acara reality show di salah satu stasiun televisi swasta. Di acara tersebut seorang aktor akan berlakon sebagai orang yang membutuhkan pertolongan. Lalu ia akan meminta tolong pada semua orang yang ditemuinya secara acak. Orang yang memberi pertolongan akan mendapatkan hadiah. Semua kejadian di rekam oleh kamera tersembunyi sehingga diyakini bahwa orang yang menolong itu benar-benar tulus.

Pada edisi itu, ditampilkan seorang nenek tua yang kumal dan lusuh penampilannya, dan diskenariokan meminta minyak tanah ala kadarnya untuk memasak. Sang nenek pun berkeliling dari pintu ke pintu, lengkap sambil menenteng kompor dan jerigen minyak yang juga tak kalah kumalnya dengan penampilan si pemilik. Bertemu orang pertama, sang nenek ditolak secara halus. Berikutnya, di sebuah warung kelontong yang cukup besar dan ramai, sang nenek kembali ditolak. Si pemilik warung terlihat waspada dan 'menginterogasi' si nenek, curiga si nenek adalah penipu. Berikutnya di sebuah rumah sederhana, sang nenek kembali ditolak, bahkan dengan kasar.

Sampai akhirnya sang nenek bertemu dengan seorang lelaki setengah baya pengecer minyak tanah yang sedang mengisi stok minyak di sebuah warung. Seorang lelaki yang gigih. Kerasnya kehidupan tampak jelas tergurat di wajahnya yang hitam berpeluh. Namun wajah itu terlihat ramah dengan senyum. Seperti sebelumnya, tanpa basa basi, sang nenek menghampiri dan meminta minyak tanah kepada si penjual itu. Si penjual minyak tanah tampak sabar dan tekun menyimak penjelasan si nenek. Selesai sang nenek bercerita, tanpa berkata apa-apa, si penjual minyak langsung mengambil jerigen si nenek dan mengisinya. Tetap dengan wajah ramahnya. Tak ada sedikitpun rona kecurigaan, apalagi pertanyaan-pertanyaan 'interogasi'. Bahkan ketika sang nenek 'ngelunjak' meminta kompor bututnya diperbaiki pula, si penjual minyak tetap melayaninya dengan ramah. Tak ada sedikitpun perubahan rona di wajahnya. Benar-benar tulus, tanpa prasangka!

Jadilah si penjual minyak 'pemenang' di acara tersebut. Ketika berikutnya sang pemenang diwawancara, semakin terkuaklah 'mutiara' itu. Pengecer minyak tanah itu ternyata cacat. Slamet, lelaki setengah baya itu, terlahir dengan kedua kaki yang cacat dan sebelah mata buta!. Setiap hari ia mencari nafkah berjualan minyak berkeliling perumahan, keluar-masuk kampung, menyusuri jalan raya, dengan sebuah sepeda tua yang dikayuh dengan sebelah tangannya! Dan mengalirlah kemudian kisah tentang sebuah ketegaran jiwa, ketulusan menjalani garis hidup, kegagahan menghadapi kerasnya ombak zaman, dari seorang Slamet. Dan wawancara diakhiri dengan sebuah kalimat yang begitu menggetarkan dari Slamet, "Saya percaya Tuhan itu Maha Adil".

Seketika itu, runtuhlah semua kesombongan diri, hancur berkeping diterjang gelombang kesederhanaan. Musnah semua arogansi intelektualitas, tenggelam dalam kebeningan perasaan. Lepas segala ambisi dan nafsu duniawi, jatuh tersungkur di hadapan ketulusan seorang hamba, hamba yang begitu tulus menjalani hidupnya. Dengan semua ujian hidup yang begitu berat, dia tetap tersenyum ramah kepada siapapun, menolong semua tanpa membeda-bedakan walau hanya dalam batas kemampuannya, tak ada iri dan dengki terhadap sekelilingnya yang hidup jauh lebih beruntung, dan dengan ikhlas berkata: Tuhan Maha Adil!.

Saya tergugu. Betapa buruknya kita di hadapan seorang Slamet. Kita yang intelek dan terpandang, dipenuhi dengan berbagai nikmat, namun masih merasa tidak cukup. Seringkali protes ketika hanya mendapat sebuah ujian. Menjadi bebal dan keras hati oleh berlimpahnya materi dan kedudukan.

Hati yang tulus dan lembut masih ada bahkan banyak, bertebaran memenuhi persada. Memeliharanya memang sulit namun bukan sesuatu yang mustahil. Dunia yang keras dan culas tidak cukup menjadi alasan bagi kita untuk menumpulkan dan membekukannya. Karena kebaikan dan kelembutan hati bukanlah suatu hal bodoh dan sia-sia dalam dunia yang bergetah ini.

Terima kasih Mas Slamet!

Yusuf Wibisono
yusuf_w@yahoo.com

* Munjul, 12 Desember 2004

Labels:


Selengkapnya...

Sunday, September 20, 2009

Eid Mubarak 1430 H ...


Di beningnya pagi fitri, mengucapkan Taqabalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, Minal Aidin wal faidzin. Mohon Maaf Lahir dan Batin, atas segala khilaf yang terserak, yang sengaja dan tidak disengaja. Semoga berharga hidup kita, suci jiwa kita, shaleh dan shalehah keturunan kita, diterima ibadah-ibadah kita, bersih harta kita, barakah sedekah kita, dan ikhlas dakwah-perjuangan kita.

Yusuf-Fina

Labels:


Selengkapnya...

Monday, September 14, 2009

Yang Ke-Dua ...



Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, telah lahir putra ke-2 kami, Syamil Atqiya Yusuf, dengan Berat 3 kg dan Panjang 48 cm, Senin, 14 September 2009, pk 10.30, di RS Hasanah Graha Afiah, Depok.

Yusuf - Fina

"Uii'dzuka bikalimaatillahittaammah min kulli syaythooni wa haammah wa min kulli a'ynillaammah". Aku mohon perlindungan untukmu bayi dengan kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan dan binatang dan dari ketajaman mata yang berakibat buruk dari pada apa yang dilihatnya. (HR Bukhori).
Ust. Sigit Pramono - Ketua STEI SEBI

"Semoga menjadi anak yang sholeh dan menjadi mujahid Allah yang tangguh"
Bude Atik dan Pakde Bowo, Pondok Gede

"Semoga menjadi anak sehat, cerdas, sholeh, dan dapat menjadi anak yang membanggakan kedua orang tua"
Halida, PEBS-ers

"Semoga kelak bisa menjadi anak yang soleh, kebanggaan orang tua dan bermanfaat bagi nusa-bangsa dan agama"
Rahmatina, PEBS-ers

"Semoga jadi anak yang sholeh, berbakti pada orang tua dan selalu membanggakan orang tua yang selalu dilindungi Allah SWT"
Taufik dan Astri, Mawar Residence C3

"Semoga menjadi anak yang shaleh, senantiasa menjadi kebanggaan keluarga dan agama"
Annisa, Mawar Residence B3

"Semoga menjadi anak yang sholeh, berguna untuk agama, keluarga, masyarakat, nusa & bangsa. Semoga orangtuanya diberikan kemudahan dalam mendidik amanah dari Allah."
Umi, M' Winda, M' Santi, Bursa NF

"Semoga Syamil Atqiya Yusuf menjadi anak shaleh, penyejuk mata dan hati kedua orangtuanya, bermanfaat luas untuk diri, keluarga dan umat"
Deden-Fika, PEBS-ers

"Semoga menjadi anak yang sholeh, amin"
Mbah Zum, Tayu

"Semoga menjadi anak yang sholeh dan berguna bagi nusa dan bangsa"
Dilla, Cimanggis

"Semoga menjadi anak yang sholeh dan diberkahi Allah"
Pak Suyatna, Pak RW 04, Pondok Cina

Labels:


Selengkapnya...

Friday, June 05, 2009

Milad Ke-4 Pernikahan ...



Milad Pernikahan kami yang ke-4, 4 Juni 2009. Dan kau menulis:
"Selamat hari jadi pernikahan kita ... Semoga Allah selalu mengikat hati, menjaganya dan memeliharanya dengan cara-Nya yang ghaib. Amiin ..."

Yusuf Wibisono, Fina Ariyani & Shafwan Fikri Yusuf

Labels:


Selengkapnya...

Monday, January 22, 2007

Yang Dinanti ....


Alhamdulillah,
telah lahir putra pertama kami

Shafwan Fikri Yusuf
Sabtu, 23 Desember 2006/ 4 Dzulhijjah 1427 H, Pk. 20.40 WIB di RS Sari Asih Karawaci, Tangerang.

Mohon do’a restu agar kelak menjadi anak yang shaleh, menjadi penyejuk hati orang tua-nya, kebanggaan keluarga-nya, teladan bagi sesama-nya, penerang bagi zaman-nya, dan pembela agama-Nya. Amiin.

Fina Ariyani & Yusuf Wibisono


Some Comment

"... semoga menjadi manusia yang senantiasa ridho kepada ketentuan Allah sebagaimana Allah ridho padanya sebagai ketentuan-Nya ..."
- Bejo, FEUI '95

"... semoga menjadi anak yang memudahkan urusan orang tua-nya, dunia akhirat .."
- Uswah, FEUI '98

"... semoga menjadi anak yang 'alimun, hafidzun dan berbakti kepada Abi dan Umi-nya ..."
- Yulizar Sanrego, Kajur Ilmu Ekonomi Islam, STEI Tazkia

" ...semoga Allah berkahi pemberian ini, dan bersyukur kepada Sang Pemberi, diberi rizqi kebaikannya dan Allah sampaikan kedewasaannya .."
- Alin, FEUI '94

" ...dgn Asma Allah, ar-rahman ar-rahim ... mudah-mudahan menjadi keluarga muslim yang bikin harum Islam ..."
- Roy, FEUI '95

" Barokallaho lakum. Semoga menjadi anak sholeh"
- M. Shohibul Iman, Pjs Rektor Universitas Paramadina

" ... semoga menjadi anak yang soleh, yang berbakti pada orang tua-nya dan bermanfaat bagi umatnya ..."
- Mustafa Edwin Nasution, Ketua Umum IAEI, Ketua PSKTTI-UI

Labels:


Selengkapnya...

Friday, August 25, 2006

Shari'ah Year of FEUI ...

Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan. Ekonomi syariah resmi menjadi bagian integral dari FEUI di tahun 2006 ini dengan: (i) dibukanya Konsentrasi Inter-Departemen "Ekonomi dan Bisnis Syariah" di program sarjana FEUI, (ii) pendirian Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEUI, dan (iii) rencana pembukaan kantor kas Bank Muamalat di FEUI. Sebuah milestone kembali tertoreh dalam sejarah perkembangan ekonomi syariah, tidak hanya untuk FEUI, namun juga untuk Indonesia, bahkan dunia. Semoga ...

LAPORAN PERKEMBANGAN
EKONOMI DAN BISNIS SYARIAH DI FEUI

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Dengan hormat,
Teriring do’a dan salam untuk seluruh civitas akademika FEUI, bersama ini kami sampaikan berita dan perkembangan terkini tentang pengembangan ekonomi dan bisnis syariah di FEUI.
Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi dan bisnis syariah mengalami perkembangan signifikan di FEUI, dan berpuncak di tahun 2006 ini. Beberapa perkembangan penting tentang Ekonomi dan Bisnis syariah di FEUI di tahun 2006 ini antara lain:
1. Pembukaan Konsentrasi Inter-Departemen “Ekonomi & Bisnis Syariah” pada Program Sarjana Regular FEUI pada tahun ajaran 2006/2007.
2. Pembukaan Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah (PEBS) FEUI yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Dekan FEUI Nomor: KPTS/345/D/2006 tertanggal 23 Juni 2006.
3. Rencana Pembukaan Kantor Kas Bank Muamalat –yang juga sekaligus berfungsi sebagai lab mini bank syariah- di Lobby Gedung A FEUI, Depok, pada Bulan September 2006, bertepatan dengan Ulang tahun FEUI ke-56.
Perkembangan signifikan ini sangat menggembirakan dan tentunya menjanjikan. Menggembirakan karena terobosan penting FEUI ini akan menjadi sebuah milestone penting dalam pengembangan ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia mengingat kedudukan FEUI sebagai center of excellence untuk studi ekonomi dan bisnis di Indonesia. Hal ini juga menjadi sangat menjanjikan karena perkembangan ekonomi dan bisnis syariah yang sangat pesat dalam satu dekade terakhir ini. Dengan demikian, FEUI berada di jalur utama untuk mengambil peluang yang ada dan mengantisipasi perkembangan di masa depan.
Kami mengajak seluruh civitas akademika FEUI, baik staf pengajar dan peneliti, alumni, dan mahasiswa, untuk bersama-sama mengembangkan ekonomi dan bisnis syariah di FEUI. Semoga apa yang kita lakukan dapat membuat FEUI mengambil peran terdepan dalam pengembangan ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Depok, 22 Agustus 2006

Koordinator Pelaksana
Pembukaan Konsentrasi Inter-Departemen “Ekonomi & Bisnis Syariah” pada Program Sarjana FEUI dan “Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah” FEUI


Yusuf Wibisono, SE., ME


SELAYANG PANDANG

Konsentrasi Inter-Departemen “Ekonomi & Bisnis Syariah” pada Program Sarjana FEUI

Konsentrasi ini dibuka secara resmi pada tahun ajaran baru 2006-2007. Konsentrasi bersifat inter-departemen, dimana seluruh mahasiswa FEUI dari semua departemen dapat mengambil konsentrasi ini. Konsentrasi ini baru bisa diambil secara resmi oleh mahasiswa angkatan 2006, namun mahasiswa angkatan sebelumnya dapat mengambil mata kuliah yang ada di konsentrasi ini sebagai mata mata kuliah pilihan.
Konsentrasi terdiri dari 6 mata kuliah dengan beban 15 SKS, 3 mata kuliah ditawarkan pada semester gasal dan 3 mata kuliah ditawarkan pada semester genap. Sinopsis mata kuliah di konsentrasi ini adalah sebagai berikut:
1. Ekonomi Syariah (Semester Gasal) : 3 SKS
MK Prasyarat: Pengantar Ekonomi 1 dan Pengantar Ekonomi 2
Mata Kuliah ini membahas pengantar dan isu-isu terkini tentang teori dan praktek Ekonomi Islam. Mata kuliah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang epistimologi, prinsip-prinsip, institusi, kebijakan, dan instrumen ekonomi Islam. Pada mata kuliah ini akan dibahas topik-topik mikro dan makro ekonomi dari perspektif Islam meliputi sejarah pemikiran ekonomi Islam, mekanisme pasar, teori konsumsi dan produksi, struktur pasar, kebijakan fiskal dan moneter, perdagangan internasional, dan perhitungan pendapatan nasional. Mata kuliah ini juga bertujuan membangun kemampuan yang diperlukan bagi mahasiswa untuk melakukan apresiasi terhadap alternatif sistem ekonomi lain di luar ekonomi konvensional yang sudah ada.
2. Pasar dan Lembaga Keuangan Syariah (Semester Gasal) : 2 SKS
MK Prasyarat: -
Mata kuliah ini akan mendiskusikan institusi dan instrument pasar finansial Islam. Disini akan dibahas berbagai institusi finansial Islam yang berperan sebagai intermediasi dan fasilitator: bank komersial, bank investasi, bank pembangunan, asuransi dan reasuransi, mutual funds, unit trust, dan venture funds. Disini juga akan dibahas instrument utama keuangan Islam: debt-based dan equity-based. Akan dibahas pula kerangka institusional untuk pasar uang Islami, pasar saham, pasar derivatif seperti options dan futures, serta pasar valas.
3. Ekonomi Moneter Islam (Semester Genap) : 2 SKS
MK Prasyarat: Ekonomi Syariah
Mata kuliah ini akan mendiskusikan fungsi dan peranan kebijakan moneter dalam perekonomian Islami. Disini akan dibahas bagaimana bank sentral menjalankan manajemen moneter dengan instrument moneter syariah dalam rangka mencapai stabilitas makroekonomi dan tujuan pembangunan lainnya. Selain itu akan dibahas pula rasionalisasi pelarangan riba, fungsi dan peranan uang dalam Islam, pandangan Islam tentang inflasi, serta sistem dinar Islam. Pada mata kuliah ini akan dibahas pula transaksi pemerintah dan transaksi internasional yang sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.
4. Akuntansi Syariah (Semester Genap) : 3 SKS
MK Prasyarat: Pengantar Akuntansi 1 dan Pengantar Akuntansi 2
Mata ajaran ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang akuntansi yang berdasarkan pada syari’ah. Hal ini menyangkut sejarah akuntansi dalam perspektif Islam, kerangka konseptualnya dan perlakuan akuntansi pembiayaan yang berdasarkan pada syari’ah seperti murabahah, mudharabah, musyarakah, salam, istisna, ijarah dan perhitungan zakat. Isu kontemporer yang terkait dengan perkembangan lembaga keuangan syari’ah juga dibahas. Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan mempunyai pola pikir yang berbeda dengan akuntansi konvensional.
5. Manajemen Keuangan Syariah (Semester Genap) : 2 SKS
MK Prasyarat: Manajemen Keuangan
Mata kuliah ini akan mendiskusikan teori, konsep, dan model manajemen keuangan yang sesuai syariah Islam dan yang tidak tidak sesuai dengan syariah Islam. Dengan demikian, fokus dari mata kuliah ini adalah membahas ketentuan syariah dalam aplikasi keuangan korporasi. Mata kuliah ini akan membahas teori, konsep, dan alat analisis keuangan perusahaan yang sesuai syariah Islam. Disini akan dibahas antara lain instrument keuangan Islam dan aspek fiqh-nya, capital budgeting analysis, financial and capital structure analysis, dan keputusan keuangan perusahaan lainnya.
6. Manajemen Perbankan Syariah (Semester Gasal) : 3 SKS
MK Prasyarat: Pasar dan Lembaga Keuangan Syariah
Mata kuliah ini bertujuan memberi gambaran menyeluruh tentang prinsip-prinsip, nilai dasar, dan aspek-aspek operasional dari perbankan syariah. Disini akan dibahas aspek fiqh dalam perbankan syariah, kontrak-kontrak dalam perbankan syariah, serta produk dan jasa perbankan syariah. Pada mata kuliah ini juga akan dibahas secara lebih mendalam produk-produk pendanaan perbankan syariah seperti giro syariah, tabungan syariah, dan deposito syariah, serta produk-produk pembiayaan perbankan syariah seperti mudharabah, murabahah, istishna, ijarah, dan ijarah muntahia bit tamlik. Selain itu akan dibahas pula topik-topik terkini dalam perbankan syariah seperti manajemen resiko, regulasi dan pengawasan, serta corporate governance.

Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah (PEBS) FEUI
Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) FEUI adalah institusi independen untuk penelitian, konsultasi dan pelatihan yang berorientasi pada analisa ilmu dan kebijakan pada berbagai isu ekonomi dan bisnis syariah yang dipandang penting dan relevan di Indonesia.
PEBS FEUI dibentuk melalui Surat keputusan Dekan FEUI Nomor: KPTS/345/D/2006 tentang Pembentukan Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah, sekaligus Pengangkatan Mustafa Edwin Nasution sebagai Ketua Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi UI, tertanggal 23 Juni 2006. Sekretariat PEBS FEUI direncanakan akan menempati ruang di Lantai Dasar Gd. Perpustakaan FEUI Depok.
PEBS-FEUI memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi
Menjadi center of excellence untuk pusat kajian ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia sesuai dengan kebutuhan dunia akademik, industri dan masyarakat.
Misi
- Memberi dukungan akademik bagi pengembangan perkuliahan formal “Ekonomi & Bisnis Syariah” di lingkungan FEUI.
- Melakukan kegiatan penelitian, pelatihan, dan publikasi di bidang ekonomi dan bisnis syariah.
- Terlibat aktif dalam wacana dan agenda pengembangan ekonomi dan bisnis syariah baik di tingkat nasional maupun internasional.

KRONOLOGIS PERISTIWA

1. Berawal dari diskusi-diskusi panjang sejak 2004 antara Mustafa Edwin Nasution, Karyaman Muchtar, dan Yusuf Wibisono, akhirnya tercetus usulan untuk mengembangkan Ekonomi dan Bisnis Syariah secara serius dan komprehensif di FEUI. Usulan ini kemudian dibawa oleh Mustafa Edwin Nasution dan Yusuf Wibisono ke Dekan FEUI terpilih periode 2005-2009, Bambang P.S. Brodjonegoro, dan mendapat respon sangat positif. Usulan tersebut kemudian dibakukan dan diformalkan menjadi sebuah dokumen berjudul ““Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Syariah FEUI” tertanggal 24 Juni 2005, dan diserahkan ke Dekan FEUI pada tanggal 1 Juli 2005.
2. Merespon dokumen ““Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Syariah FEUI”, Dekan FEUI kemudian mengeluarkan Surat Keputusan Dekan FEUI No. KPTS/094/D/2005 tentang Pembentukan Tim “Kajian Pelaksanaan Kuliah Ekonomi dan Bank Syariah pada Program Sarjana FEUI” tertanggal 11 Juli 2005, dengan anggota tim adalah Mustafa Edwin Nasution, Yusuf Wibisono, Sri Nurhayati, dan Iggie H. Achsien. Namun dalam praktek-nya, yang banyak terlibat dalam Tim justru dosen dan asisten dosen FEUI lainnya yang tidak tercantum dalam SK Dekan. Dari Tim Kajian inilah lahir dua dokumen awal yaitu: (i) Draft Usulan Pembukaan Program Studi “Bisnis Syariah” FEUI; dan (ii) Draft Usulan Pembentukan Lembaga “Shari’ah Economics Center” FEUI. Dua dokumen ini kemudian diserahkan ke Dekan FEUI pada tanggal 26 September 2005 sebagai laporan kerja Tim Kajian.
3. Menindaklanjuti laporan Tim Kerja, Dekan FEUI kemudian mengadakan rapat pada 11 Oktober 2005 di Gd. Dekanat FEUI Depok. Pada rapat yang dihadiri seluruh pimpinan dekanat, pimpinan departemen-departemen, dan tim kajian, disepakati bahwa FEUI akan membuka konsentrasi inter-departemen "ekonomi dan bisnis syariah" pada tahun ajaran baru 2006/2007. Lebih dari itu, dalam rapat juga menyepakati bahwa FEUI akan mendirikan sebuah lembaga baru yaitu "Shari'ah Economics Center FEUI". Lembaga ini selain menaungi konsentrasi inter-departemen "ekonomi dan bisnis syariah", juga akan menjadi garda terdepan FEUI untuk pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
4. Menindaklanjuti hasil Rapat tanggal 11 Oktober 2005 antara Pimpinan FEUI, Ketua Departemen-Departemen, dan Tim Kajian, maka Mustafa Edwin Nasution dan Yusuf Wibisono melakukan kajian kembali dan menghasilkan dua dokumen yang merupakan amanat Rapat 11 Oktober 2005, yaitu: (i) Usulan Kurikulum dan Staf Pengajar untuk Konsentrasi Inter-Departemen “Ekonomi dan Bisnis Syariah” FEUI; dan (ii) Rencana Kerja dan Kebutuhan Anggaran untuk pembentukan dan operasional tahun pertama Shari’ah Economics Center FEUI. Dua dokumen ini kemudian diserahkan pada Dekan FEUI pada tanggal 20 Oktober 2005.
5. Menindaklanjuti laporan kerja Mustafa Edwin Nasution dan Yusuf Wibisono, Dekan FEUI kembali mengadakan rapat pada 17 November 2005 yang dihadiri pimpinan dekanat dan pimpinan departemen-departemen. Dalam rapat ini disepakati bahwa FEUI memerlukan kajian yang lebih mendalam untuk rencana implementasi pembukaan Konsentrasi Inter-Departemen “Ekonomi dan Bisnis Syariah” dan pendirian “Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah” terutama terkait dengan rencana bisnis lembaga.
6. Menindaklanjuti hasil rapat 17 November 2005, Dekan FEUI mengeluarkan dua surat keputusan yaitu: (i) Surat Keputusan Dekan FEUI No. KPTS/265A/D/2005 tentang Pembentukan Tim Kerja Pembukaan Konsentrasi Interdepartemen “Ekonomi dan Bisnis Syariah” pada Program Sarjana FEUI tertanggal 30 Desember 2005, dengan anggota Mustafa Edwin Nasution, Yusuf Wibisono, Ledi Trialdi, Shalahudin Haikal, dan Sri Nurhayati; dan (ii) Surat Keputusan Dekan FEUI No. KPTS/265B/D/2005 tentang Pembentukan Tim Kerja Pembukaan Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah di FEUI tertanggal 30 Desember 2005, dengan anggota Mustafa Edwin Nasution, Yusuf Wibisono, Zuliani Dalimunthe, Banu M. Haidhir, dan Miranti Kartika Dewi.
7. Tim Kerja menyerahkan laporan ke Dekan FEUI pada tanggal 3 April 2006, yang terdiri dari dua dokumen yaitu: (i) Laporan Akhir Tim Kerja Pembukaan Konsentrasi Interdepartemen “Ekonomi dan Bisnis Syariah” pada Program Sarjana FEUI; dan (ii) Laporan Akhir Tim Kerja Pembukaan “Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah” di FEUI.
8. Merespon laporan Tim Kerja, Dekan FEUI mengadakan rapat pada 21 April 2006 di Gd. Pasca Sarjana FEUI Salemba yang dihadiri seluruh pimpinan dekanat dan pimpinan departemen-departemen. Pada rapat ini laporan Tim Kerja diterima namun diminta perbaikan. Amanat rapat antara lain meminta Tim Kerja membahas secara detil kurikulum dan rencana teknis untuk pembukaan konsentrasi interdepartemen “ekonomi dan bisnis syariah” pada program sarjana FEUI dengan pihak departemen, untuk kemudian diselaraskan dengan perubahan kurikulum terkini yang juga sedang dijalankan di semua departemen. Selain itu, rencana bisnis “Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah” juga diminta lebih detail.
9. Pada pertemuan informal pasca rapat 21 April 2006 antara Dekan FEUI, Wadek II FEUI, Mustafa Edwin Nasution, dan Yusuf Wibisono, disepakati bahwa FEUI akan mengundang Bank Muamalat untuk membuka kantor cabang di kampus FEUI Depok. Tugas ini diserahkan pada “Pusat Kajian Ekonomi dan Bisnis Syariah” yang akan segera dibentuk.
10. Pusat Ekonomi & Bisnis Syariah (PEBS) FEUI resmi berdiri berdasarkan Surat Keputusan Dekan FEUI Nomor: KPTS/345/D/2006 tertanggal 23 Juni 2006, dengan Mustafa Edwin Nasution sebagai Kepala Lembaga yang pertama.
11. Dalam pertemuan 8 Agustus 2006 di Kantor Pusat Bank Muamalat yang dihadiri A. Riawan Amin (Dirut Bank Muamalat), U. Saefudin Nur (Direktur Bank Muamalat), Mustafa Edwin Nasution, dan Yusuf Wibisono, tercapai kesepakatan bahwa Bank Muamalat akan membuka kantor kas di FEUI yang juga sekaligus akan berfungsi sebagai lab bank syariah dimana operasional bank seluruhnya dikerjakan oleh mahasiswa. Kantor kas Bank Muamalat di FEUI ini direncanakan akan dibuka pada bulan September 2006, bertepatan dengan Ulang Tahun FEUI ke-56.

Labels:


Selengkapnya...

Monday, June 05, 2006

Our 1st Marriage Anniversary ...

Tidak ada kemewahan atau keriangan yang berlebihan pada hari ini, 4 Juni 2006, yang bertepatan dengan satu tahun pernikahan kami. Kami menghabiskan waktu berdua, menikmati kebersamaan yang agak jarang kami dapatkan, di rumah mungil kontrakan kami, sambil berbincang tentang masa depan si calon buah hati yang kini menginjak bulan ke-2 dalam kandungan.

Dalam kehangatan, saya coba merenungi perjalanan hidup yang luar biasa ini. Satu tahun berlalu bersama suka dan duka. Tiba-tiba saja saya teringat dengan sebuah puisi pada pembatas buku yang menjadi souvernir cantik dari resepsi pernikahan kami.

Di sisi pertama pembatas buku itu, tertulis sebuah puisi:

Renungan Untuk Calon Istri

Pernikahan atau perkawinan
Membuka tabir rahasia
Suami yang menikahi kamu
Tidaklah semulia Muhammad SAW
Tidaklah setaqwa Ibrahim AS
Pun tidak setabah Ayyub As
Ataupun segagah Musa AS
Apalagi setampan Yusuf AS

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman
Yang punya cita-cita
Membangun keturunan yang sholeh…
Pernikahan atau perkawinan

Mengajar kita kewajiban bersama
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya
Seandainya suami masinis yang lancang
Sabarlah memperingatkannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWt
Karena memiliki suami yang tidak segagah mana
Justru kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna didalam menjaga
Pun bukan Hajar, yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zamanYang berusaha menjadi solehah
Amin…

Dan di sisi yang kedua, terdapat sebuah puisi lagi:

Renungan Untuk Calon Suami

Pernikahan atau perkawinan
Menyingkap tabir rahasia
Istri yang kamu nikahi
Tidaklah semulia Khadijah
Tidaklah setaqwa Aisyah
Pun tidak setabah Fatimah
Apalagi secantik Zulaikha
Justru istrimu hanyalah wanita akhir zaman

Yang punya cita-citaMenjadi sholehah…

Pernikahan atau perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya
Istri adalah murid, kamu mursyidnya
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya
Seketika istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah meluruskannya

Pernikahan atau perkawinan
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana
Justru…
Kamu akan tersentak dari alpa
Kamu bukanlah Rasulullah
Pun bukan pula sayyidina AliKaramallahuwajhah
Cuma suami akhir zamanYang berusaha menjadi soleh
Amin…

Saya tersentak. Dulu ketika pertama kali membacanya tepat setahun lalu, saya hanya senyum-senyum badung. Kini ketika membaca-nya kembali, baru saya memahami puisi ini sepenuhnya. Saya tidak tahu siapa pengarang puisi ini, tetapi saya ingin mengucapkan terima kasih. Semoga saya tidak melupakan pesan-pesan luar biasa puisi ini. Semoga barakah pernikahan kami, semoga bernilai hidup kami, semoga shalih dan shalihah anak keturunan kami, menjadi jundi-jundi pembela agama-Nya, meninggikan kalimat-Nya di bumi ini.

Labels:


Selengkapnya...

Tuesday, January 17, 2006

Adalah Engkau ...

Adalah Engkau dia yang kurindu
Tuk menjadi bunga di hatiku
Menjadi peneduh kalbu
Di perjalananku

Tibalah waktu yang telah kurindu
Tuk selalu bersama denganmu
Tlah terbuka pintu itu
Akad tlah terucap sudah
Dinda marilah melangkah

Dinda temanilah aku di setiap detikku
Dengan doamu
Bila terpisahkan waktu
Tetaplah di sini di dalam hatiku
Ya Rabbi izinkanlah kami
Untuk terjaga selalu di jalan-Mu
Dinda doamu laksana pelepas dahaga
Di lelahnya jiwa

Adalah engkau dia yang kurindu
Tuk selalu hadir di hidupku
Mengiringi setiap langkah saat menuju
Acuan hidup ini

(Seismic)

*Special thanks to my beloved wife for unforgettable events in my birthday, 16 januari 2006. You're the best gift from Allah for me. May Allah always bless you.

###

Teriring do'a yang mendalam ...
Untuk "Suamiku tercinta"
MET MILAD
Semoga Allah memberkahi umur suamiku ...
Memudahkan, menjaga, dan membimbing setiap langkahnya ...
Amiin.
Umur yang berkurang ... berarti satu langkah menuju kubur ...
Perpisahan adalah kepastian
Kematian adalah keniscayaan ...
Jangan biarkan perpisahan menjadi luka ...
Karna perpisahan tak selamanya duka ...
Detik-detik akhir yang indah ...
Perpisahan yang "terindah" ...
AKHIR YANG KHUSNUL KHOTIMAH.
Amin ya Robbal Alamin
-Istrimu yang selalu merindu-

Labels:


Selengkapnya...